๐Ÿ™ AKTIVITAS SOSIAL KALIMANTAN BARAT

Pomang Padi

Pomang Padi (juga ditulis Bopomong atau Bopomang) adalah upacara pemberkatan ladang masyarakat Dayak Jangkang di Kabupaten Sanggau. Dalam ETNOSTATS-AR, tahapan berladang dan profil lahan desanya dipakai sebagai konteks pengantar statistika: jenis data dan skala pengukuran.

Pomang Padi Dayak Jangkang
๐Ÿ™ Pemberkatan Ladang โ€ข Dayak Jangkang, Sanggau

๐Ÿ“– Tentang Pomang Padi

Menurut penelitian di Desa Empiyang, saat panen padi masyarakat bergotong royong memberkati ladang secara bergiliran, sedikitnya empat ladang dalam sehari. Upacara ini disebut Bopomong atau Bobibu, sebagai ungkapan syukur kepada Akek Ponompa dan permohonan agar panen berikutnya melimpah serta terhindar dari hama (Robiyanto dkk., 2022).

๐Ÿ“ Asal Daerah

Tradisi ini dicatat pada suku Dayak Djongkakng di Desa Empiyang, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau. Penulisan namanya bervariasi: Djongkakng atau Jangkang, Bopomong, Bopomang, atau Pomang. Menurut penelitian itu, upacara pada pembukaan lahan kini jarang dilakukan.

๐Ÿ“Š Pomang Padi dan Etnostatistik

Tahapan berladang berurutan (data ordinal), nama dusun adalah kategori (nominal), dan luas lahan adalah ukuran bernilai angka (rasio). Ketiganya dari satu desa, sehingga cocok untuk belajar membedakan skala data.

๐Ÿ“š Berladang dan Jenis Data

Dari tahapan dan profil lahan, peserta didik belajar membedakan data kualitatif dan kuantitatif serta empat skala pengukuran.

๐Ÿ™ Data dari Sumber dan Konsep

Seluruh data pada halaman ini dilaporkan sumber (satu jurnal sejarah), bukan simulasi. Konsepnya: data kualitatif berupa kategori atau urutan, data kuantitatif berupa angka. Skala pengukuran: nominal (nama kategori), ordinal (ada urutan), interval (selisih bermakna, tanpa nol mutlak), dan rasio (ada nol mutlak, perbandingan bermakna).

๐Ÿ”Ž Tahapan Berladang (Data Ordinal)

Sembilan tahap pola perladangan suku Dayak Djongkakng di Desa Empiyang, dari yang pertama sampai yang terakhir.

UrutanTahapanIstilah setempat
1Melihat lokasi ladangnyongonk poya
2Menebas ladangminu muh
3Menebangtimongk
4Membersihkan tepi ladangngokas
5Membakar ladangnicol
6Mengumpulkan kayu yang tidak habis terbakarmano
7Menyiangi rumputnyohobuh
8Mencicipi padi baruduo podi baoh
9Panenngotump

๐Ÿ“‹ Profil Lahan Desa Empiyang (Data Rasio)

Angka yang dilaporkan sumber, bersumber dari Kantor Desa Empiyang tahun 2021.

KeteranganNilaiSkala
Luas ladang (tanaman pangan)72 haRasio
Luas perkebunan karet65 haRasio
Hutan dalam kondisi baik101 haRasio
Hutan produksi siap diambil hasilnya65 haRasio
Jumlah dusun / RW / RT8 / 8 / 22Rasio (cacah)
Nama dusun (misalnya Empiyang, Kolo, Empoyu)8 namaNominal

๐Ÿ“ˆ Analisis Skala Data

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada tiap jenis data di atas.

9
Tahap Berladang (ordinal)
72 ha
Luas Ladang (rasio)
1,11
Rasio Ladang : Kebun Karet
4
Skala Pengukuran
SkalaContoh di halaman iniOperasi yang bermakna
NominalNama dusunMenghitung frekuensi, mencari modus
OrdinalUrutan tahap berladangMengurutkan, mencari median
Interval(Contoh: suhu dalam ยฐC, tidak ada di halaman ini)Selisih nilai
RasioLuas ladang (ha)Selisih dan perbandingan (berapa kali)

๐Ÿ“– Interpretasi

Tahap "membakar ladang" (urutan 5) terjadi sebelum "mencicipi padi baru" (urutan 8), tetapi data ordinal tidak memberi tahu berapa lama selisihnya. Karena itu, mengurangkan nomor urutan (8 โˆ’ 5 = 3) tidak berarti tiga satuan waktu.

Luas ladang 72 ha dan kebun karet 65 ha adalah data rasio, sehingga perbandingannya bermakna: 72 รท 65 = 1,11, artinya ladang sekitar 1,11 kali luas kebun karet.

Untuk nama dusun (nominal), hanya hitungan frekuensi yang bermakna; mencari "rata-rata nama dusun" tidak masuk akal. Memilih skala yang tepat adalah langkah pertama sebelum memilih cara menganalisis data.

๐Ÿ“‰ Diagram Luas Lahan

Data rasio dapat digambar sebagai batang karena panjang batang sebanding dengan nilainya.

๐ŸŽญ Aktivitas Sosial Lainnya

12 aktivitas sosial lain dalam koleksi ETNOSTATS-AR. Pilih salah satu untuk melihat konteks statistikanya.

๐Ÿ”Ž Sumber dan Catatan Data

๐Ÿ“š Rujukan

Robiyanto, A., Suwarni, & Syaifulloh, M. (2022). Perubahan pola perladangan suku Dayak Djongkakng di Desa Empiyang, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat tahun 1998-2017. Historica Didaktika: Jurnal Pendidikan Sejarah, Budaya Sosial, 2(1), 55-66. jurnal.fipps.upgripnk.ac.id

Catatan: sembilan tahap adalah pola perladangan secara umum pada masyarakat itu, bukan rangkaian khusus upacara Pomang Padi; sumber tidak menguraikan urutan langkah upacara pemberkatan ladang. Data lahan berasal dari Kantor Desa Empiyang (2021) sebagaimana dikutip jurnal, dan angka luas wilayah desa tidak dipakai karena satuannya tidak jelas. Daftar enam langkah ritual dan diagram urutan pada versi lama halaman ini tidak punya sumber dan sudah diganti.

๐Ÿ“ฑ Integrasi ETNOSTATS-AR

Pindai marker Pomang Padi untuk melihat tahapan berladang dan diagram luas lahan dan visualisasi interaktif Kalimantan Barat dalam Augmented Reality.