๐ŸŸ KULINER FERMENTASI KALIMANTAN BARAT

Pekasam Ikan Kalimantan Barat

Pekasam adalah ikan air tawar yang difermentasi dengan garam dan nasi dalam wadah tertutup. Dalam ETNOSTATS-AR, data penelitian pekasam dipakai sebagai konteks belajar korelasi Pearson: apakah kadar garam berhubungan dengan kemampuan bakteri asam laktat menghambat bakteri lain?

Pekasam Ikan
๐ŸŸ Pangan Fermentasi Tradisional โ€ข Kalimantan Barat

๐Ÿ“– Tentang Pekasam

Menurut jurnal Untan (2025), pekasam adalah pangan fermentasi ikan dengan tambahan garam dan nasi, diinkubasi dalam wadah tertutup selama 5 sampai 10 hari. Garam menekan bakteri pembusuk, nasi menjadi sumber karbohidrat, dan bakteri asam laktat (BAL) yang dominan menurunkan pH sehingga rasanya asam dan teksturnya lembek.

๐Ÿ“ Asal Budaya

Pekasam dibuat dari ikan air tawar, dan jurnal yang dipakai halaman ini mengambil sampel dari tiga produsen di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Halaman lama menyebut Bengkayang, tetapi tidak ditemukan data pekasam Bengkayang, sehingga data di sini tidak diklaim berasal dari sana.

๐Ÿ“Š Pekasam dan Etnostatistik

Setiap produsen memakai kadar garam dan jenis ikan berbeda. Hasil laboratorium tiap sampel memberi pasangan angka: kadar garam (X) dan kemampuan menghambat bakteri (Y). Pasangan angka seperti ini adalah bahan korelasi.

๐Ÿ“š Pekasam dan Korelasi Pearson

Materi Level 11: arah dan kekuatan hubungan linear antara dua variabel numerik.

๐ŸŸ Data Asli, Tetapi Sangat Sedikit

Seluruh angka berasal dari satu penelitian, tanpa data simulasi. Namun hanya ada tiga sampel, dan setiap sampel berbeda jenis ikan sekaligus berbeda kadar garam. Karena itu halaman ini dipakai untuk memahami cara menghitung dan membaca korelasi, bukan untuk menyimpulkan bahwa garam menyebabkan perubahan pada pekasam.

๐Ÿ”Ž Data Penelitian

Pekasam dari tiga produsen di Kabupaten Sanggau, difermentasi 7 hari.

Data pekasam
SampelIkanGaram per 1 kg ikanKadar garam X (%)Koloni BAL (CFU/mL)Zona hambat B. subtilis (mm)Zona hambat S. aureus (mm)
SG1, Desa Sengkuangnila75 g7,55,63ร—1061,762,41
SG2, Desa Beringinkujam85 g8,53,8ร—1062,492,36
SG3, Desa Tanjung Sekayambaung90 g9,04,57ร—1052,842,69

Kadar garam adalah gram garam per 1.000 g ikan (75 g sama dengan 7,5%), sebagaimana dihitung di jurnal. Zona hambat adalah rerata diameter yang dilaporkan jurnal. Nilai ยฑ pada jurnal tidak dipakai di sini. Jurnal mengategorikan semua zona hambat ini lemah (โ‰ค 5 mm) dan memakai amoksisilin sebagai kontrol.

๐Ÿ“ Konsep Korelasi Pearson

๐Ÿ“– Pengertian

Korelasi Pearson (r) mengukur arah dan kekuatan hubungan linear antara dua variabel numerik. Nilainya antara โˆ’1 dan +1. Mendekati +1 berarti hubungan positif yang kuat, mendekati โˆ’1 berarti negatif yang kuat, dan mendekati 0 berarti hubungan linear lemah atau tidak ada.

๐Ÿงฎ Rumus

r = ฮฃ(X โˆ’ Xฬ„)(Y โˆ’ ศฒ) / โˆš[ ฮฃ(X โˆ’ Xฬ„)ยฒ ร— ฮฃ(Y โˆ’ ศฒ)ยฒ ]

Xฬ„ dan ศฒ adalah rata-rata X dan Y. Pembilangnya menunjukkan apakah X dan Y bergerak searah, dan penyebutnya menstandarkan hasilnya ke rentang โˆ’1 sampai +1.

โš ๏ธ Batas Tafsiran

Korelasi tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Korelasi mendekati nol juga tidak selalu berarti tidak ada hubungan, karena hubungannya bisa tidak linear. Selalu baca r bersama konteks dan jumlah datanya.

๐Ÿงฎ Langkah Menghitung

Contoh: X = kadar garam, Y = zona hambat terhadap B. subtilis.

SampelX (%)Y (mm)X โˆ’ Xฬ„Y โˆ’ ศฒ(X โˆ’ Xฬ„)(Y โˆ’ ศฒ)(X โˆ’ Xฬ„)ยฒ
SG17,51,76-0,833-0,6030,5030,694
SG28,52,490,1670,1270,0210,028
SG39,02,840,6670,4770,3180,444
Jumlahโ€“โ€“000,8421,167

๐Ÿ“– Hasil

Xฬ„ = 8,333 dan ศฒ = 2,363 mm. ฮฃ(Y โˆ’ ศฒ)ยฒ = 0,607. Maka r = 0,842 / โˆš(1,167 ร— 0,607) โ‰ˆ 1,00. Pada tiga titik ini, makin tinggi kadar garam, makin besar zona hambat terhadap B. subtilis, dan hubungannya hampir lurus sempurna.

๐Ÿ“ˆ Hasil Tiga Pasangan

Hasil berbeda untuk variabel Y yang berbeda.

1,00
r: Garam vs B. subtilis
0,66
r: Garam vs S. aureus
-0,84
r: Garam vs log koloni BAL
3
Jumlah Sampel (n)
Pasangan VariabelrInterpretasip (uji dua arah, db = 1)
Garam vs zona hambat B. subtilis1,00positif, sangat kuat< 0,01
Garam vs zona hambat S. aureus0,66positif, sedang0,54
Garam vs log koloni BAL-0,84negatif, kuat0,36

Koloni BAL diubah ke log10 karena rentangnya sangat lebar (105 sampai 106).

๐Ÿ“‰ Diagram Sebar

Tiap titik adalah satu sampel pekasam. Garis biru adalah garis lurus yang paling mendekati titik-titik.

๐Ÿงช Uji Signifikansi

๐Ÿ“– Hipotesis dan Statistik Uji

H0: tidak ada korelasi linear di populasi (ฯ = 0). H1: ada korelasi linear di populasi (ฯ โ‰  0). Statistik uji t = rโˆš(n โˆ’ 2) / โˆš(1 โˆ’ rยฒ) dengan derajat bebas n โˆ’ 2 = 1. Nilai p pada tabel dihitung dari rumus itu.

Perhatikan: dengan derajat bebas hanya 1, uji ini sangat rapuh. Nilai p kecil pada B. subtilis tidak berarti garam menyebabkan zona hambat membesar, karena jenis ikan, produsen, dan kadar garam berubah bersamaan, dan asumsi normalitas tidak mungkin diperiksa dengan tiga titik. Sebaliknya, p besar pada S. aureus dan log BAL berarti tiga titik tidak cukup untuk menyimpulkan apa pun, bukan berarti tidak ada hubungan.

๐Ÿ’ก Interpretasi Data

๐Ÿ“– Temuan Pembelajaran

Pada tiga sampel ini, garam yang lebih tinggi berjalan bersama zona hambat B. subtilis yang lebih besar (r โ‰ˆ 1,00), zona hambat S. aureus yang sedikit lebih besar (r โ‰ˆ 0,66), dan koloni BAL yang lebih sedikit (r โ‰ˆ โˆ’0,84). Jurnal sendiri menduga perbedaan zona hambat berkaitan dengan kadar garam, tetapi hanya sebagai dugaan.

Pelajaran utamanya: nilai r mendekati 1 dari tiga titik bisa saja kebetulan, nilai r berbeda untuk tiap variabel Y, dan korelasi tidak membuktikan sebab-akibat. Semua zona hambat juga dikategorikan lemah oleh jurnal, jadi makna praktisnya terbatas.

๐Ÿฝ๏ธ Kuliner Terkait

11 kuliner lain dalam koleksi ETNOSTATS-AR.

๐Ÿ”Ž Sumber dan Catatan Data

๐Ÿ“š Rujukan

Fadilla, A. I., Maherawati, & Fadly, D. (2025). Aktivitas antimikroba isolat bakteri asam laktat dari pekasam. Jurnal Akuatika Indonesia, 10(1), 68-76. Universitas Tanjungpura. journals.unpad.ac.id

Catatan: semua angka berasal dari jurnal di atas (Tabel 1 dan Tabel 3, serta kadar garam yang dihitung jurnal). Tidak ada data simulasi di halaman ini. Hanya tiga sampel dari Kabupaten Sanggau, difermentasi 7 hari. Koefisien korelasi, nilai p, dan diagram sebar dihitung ulang untuk pembelajaran dan bukan hasil analisis jurnal. Data pekasam Bengkayang dan data lama fermentasi per hari tidak ditemukan sehingga tidak ditampilkan.

๐Ÿ“ฑ Integrasi ETNOSTATS-AR

Pindai marker untuk menampilkan objek kuliner dan diagram statistiknya dalam Augmented Reality, lalu pelajari materi korelasi Pearson di Level 11.