๐งบ KERAJINAN DAYAK BIDAYUH
Bidai Dayak Bidayuh
Bidai adalah tikar anyaman rotan masyarakat Dayak di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Dalam ETNOSTATS-AR, harga bidai yang bervariasi dipakai sebagai konteks belajar ukuran penyebaran data: range, varians, dan standar deviasi.
๐ Tentang Bidai
Bidai adalah tikar anyaman dari rotan yang dipadukan dengan kulit kayu. Kata bidai disebut berasal dari ama bidae yang berarti alas duduk. Tikar ini dibentangkan di rumah saat warga berkumpul, dan motif tertentu dipakai untuk pesta dan upacara adat (Mongabay, 2023).
๐ Asal Budaya
Sentra bidai yang paling banyak dilaporkan ada di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, tempat penganyam banyak berdiam di Desa Jagoi dan sebagian besar penduduknya Dayak Bidayuh dan Dayak Iban. Masyarakat Dayak Bidayuh di Kalimantan Barat sendiri terutama berada di Kabupaten Sanggau dan sekitarnya.
๐ Bidai dan Etnostatistik
Harga bidai berbeda menurut ukuran, kerumitan, dan motif. Variasi itu cocok dipakai untuk menghitung range, varians, dan standar deviasi, di samping mean dan median.
๐ Bidai dan Penyebaran Data
Harga bidai tidak seragam. Dari variasi itu, peserta didik belajar mengukur seberapa jauh data menyebar dari nilai tengahnya.
๐งบ Data Sumber dan Data Simulasi
Halaman ini memakai dua jenis data yang dibedakan jelas. Data acuan adalah angka yang benar-benar dilaporkan sumber, tetapi hanya berupa rentang, bukan daftar per lembar. Data simulasi adalah delapan harga contoh yang dibuat untuk latihan dan sengaja diletakkan di dalam rentang acuan. Keduanya tidak dicampur dalam satu hitungan.
๐ Data Acuan dari Sumber
Angka yang dilaporkan sumber. Semuanya berupa rentang atau angka tunggal untuk satu pengrajin.
| Keterangan | Nilai Dilaporkan | Sumber |
|---|---|---|
| Harga per lembar (Kampung Kreatif Jagoi Kindau) | Rp450 ribu sampai lebih dari Rp1 juta | Koran Jakarta, 2025 |
| Harga satu tikar (pengrajin di Jagoi Babang) | Rp2 juta sampai Rp3 juta | Mongabay, 2023 |
| Produksi satu pengrajin dengan 5 pekerja | 20 sampai 25 bidai per bulan | Mongabay, 2023 |
๐ Data Simulasi Harga Bidai
Delapan harga contoh dalam ribu rupiah, dibuat untuk latihan dan berada di dalam rentang Rp450 ribu sampai Rp1 juta dari Koran Jakarta (2025). Ini bukan hasil pencacahan.
| Bidai | Harga (Rp ribu) |
|---|---|
| Lembar 1 | 450 |
| Lembar 2 | 500 |
| Lembar 3 | 600 |
| Lembar 4 | 650 |
| Lembar 5 | 750 |
| Lembar 6 | 800 |
| Lembar 7 | 900 |
| Lembar 8 | 1.000 |
๐ Analisis Statistika
Hasil hitung dari data simulasi harga (n = 8, satuan Rp ribu).
๐ Interpretasi Data
Rata-rata harga contoh adalah Rp706,25 ribu dan nilai tengahnya Rp700 ribu, jadi keduanya berdekatan. Harga paling murah Rp450 ribu dan paling mahal Rp1.000 ribu, sehingga range-nya Rp550 ribu.
Varians sampel sekitar 36.741 dan standar deviasinya sekitar Rp191,68 ribu (rumus sampel, pembagi n โ 1). Artinya harga rata-rata menyimpang sekitar Rp190 ribu dari mean, wajar karena harga dipengaruhi ukuran, kerumitan, dan motif. Karena datanya simulasi, kesimpulan ini hanya untuk latihan.
๐ Diagram Batang
Garis putus-putus menandai nilai mean harga (Rp706,25 ribu).
๐จ Koleksi Kerajinan Terkait
Kerajinan lain yang sudah terhubung dengan ETNOSTATS-AR.
๐ Sumber dan Catatan Data
๐ Rujukan
Mongabay Indonesia. (2023, 3 Maret). Cerita penganyam bidai rotan dari Jagoi Babang. mongabay.co.id
Nanang, Ariansyah, Z., Patriani, I., & Arisdiyoto, I. Bidai tikar Dayak dalam menunjang ekonomi masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia. Etnika, ISBI Bandung. jurnal.isbi.ac.id
Koran Jakarta. (2025, 28 April). Dari anyaman rotan ke pasar internasional: Kampung Kreatif Jagoi Kindau bangkitkan ekonomi lokal. koran-jakarta.com
Catatan: tidak ditemukan publikasi yang memuat daftar harga atau produksi bidai per lembar atau per kelompok. Tabel sumber hanya memuat angka yang benar-benar dilaporkan. Delapan harga pada tabel simulasi dan semua hasil hitungnya (mean, median, range, standar deviasi) adalah data simulasi untuk pembelajaran, bukan temuan penelitian, dan tidak boleh dikutip sebagai data empiris.