Koleksi motif Songket Melayu Kalimantan Barat yang digunakan sebagai media pembelajaran etnostatistik. Setiap motif memiliki filosofi budaya dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar statistika berbasis budaya lokal.
Motif Songket
Etnostatistik
Interaktif
Budaya Melayu
Songket berkembang di Sambas, Pontianak, dan wilayah pesisir Melayu Kalimantan Barat.
Motif Songket mengandung nilai keseimbangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat Melayu.
Motif dapat digunakan sebagai media pembelajaran data, frekuensi, diagram, dan visualisasi statistik.
Data simulasi berikut digunakan sebagai contoh pembelajaran statistika untuk materi tabel, diagram batang, diagram lingkaran, mean, median, dan modus.
Pucuk Rebung
Belah Ketupat
Corak Insang
Tampuk Manggis
Masa Lampau
Songket Sambas
Pilih salah satu motif Songket untuk mempelajari sejarah, filosofi budaya, analisis etnostatistik, visualisasi data, dan pengalaman Augmented Reality secara interaktif.
Melambangkan keseimbangan, keteraturan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat Melayu.
Melambangkan pertumbuhan, harapan, semangat belajar, dan perkembangan generasi muda.
Terinspirasi dari kehidupan masyarakat sungai dan hubungan manusia dengan alam perairan.
Melambangkan kejujuran, keseimbangan hidup, dan kebijaksanaan dalam bermasyarakat.
Menggambarkan sejarah panjang, warisan leluhur, dan perjalanan budaya Melayu Sambas.
Representasi umum tenun Songket Sambas sebagai identitas budaya Melayu Kalimantan Barat.
Amati bentuk, warna, dan pola pada setiap motif Songket yang tersedia.
Catat jumlah motif atau pilihan motif favorit untuk membentuk data statistik.
Sajikan data ke dalam tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran.
Visualisasi berikut menggunakan data simulasi pembelajaran statistika yang telah disajikan sebelumnya. Data digunakan untuk latihan membuat diagram batang, diagram lingkaran, serta memahami konsep mean, median, dan modus.
Motif Songket tidak hanya berfungsi sebagai karya budaya, tetapi juga dapat dijadikan sumber data dalam pembelajaran statistika. Setiap motif dapat diamati, dihitung, diklasifikasikan, dan divisualisasikan sehingga mahasiswa mampu memahami konsep statistika melalui objek budaya yang nyata. Data simulasi pada halaman ini digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk materi penyajian data, ukuran pemusatan data, dan visualisasi statistik.
Berdasarkan data simulasi, motif Pucuk Rebung memiliki frekuensi tertinggi yaitu 12, sedangkan motif Masa Lampau memiliki frekuensi terendah yaitu 4. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Pucuk Rebung menjadi modus karena memiliki nilai paling besar dibandingkan motif lainnya. Contoh ini digunakan untuk membantu mahasiswa memahami cara membaca tabel dan diagram statistik menggunakan konteks budaya lokal Kalimantan Barat.
Pilih salah satu motif Songket pada koleksi di atas untuk mempelajari sejarah, filosofi, analisis statistik, serta pengalaman Augmented Reality secara interaktif melalui ETNOSTATS-AR.